Membuat Home Server Sendiri – Langkah 1 : Hardware & Software

Ditulis oleh , pada 22 June 2013 | 2 Komentar »

Satu hal yang saya yakini jauh sebelum menuliskan artikel ini adalah, ketika kita bersinggungan dengan perangkat komputer (PC) dengan segala macam konten didalamnya maka kebutuhan akan ruang penyimpanan yang besar sangat sulit untuk diabaikan, apalagi bagi teman-teman penggila movie dengan kualitas BRRIP HD dengan ukuran minimum 1 Gigabyte per film atau yang hobi koleksi game PC. Hoho..bisa dibayangkan berapa besar storage  yang dibutuhkan untuk menyimpannya. Inilah yang menjadi ide dasar untuk membangun sebuah Home Server sendiri dengan harga yang bisa diperkirakan dan komponen yang dapat kita tentukan sendiri.

Jika anda tidak ingin repot, anda dapat membeli storage server yang sudah jadi. Branded! Lebih stabil dengan komponen pilihan dari vendor. Tapi jika anda ingin server yang custom, setiap komponennya sesuai dengan keinginan anda sendiri, anda dapat membaca sisa artikel ini.

Yang perlu diperhatikan adalah anda mempunyai banyak opsi dalam menentukan Sistem Operasi apa yang akan ditanamkan ke dalam Home Server anda sendiri. Untuk Sistem Operasi yang akan saya gunakan dalam Home Server Saya akan saya bahas pada artikel terpisah.

Jenis Home Server

Sebelum membangun Home Server anda sendiri, lebih baik kita harus mempunyai tujuan yang jelas untuk tujuan apa Home Server kita dibangun.
Anda dapat mempertimbangkan pilihan home server yang akan anda bangun pada pilihan ini :

1. File server

File server lebih difokuskan pada satu tujuan yaitu penyimpanan data. Komponen yang digunakan juga dititik beratkan pada performa dan sedikit membutuhkan pengolah grafis. Karena tujuannya hanya untuk menyimpan data, sistem operasi yang sesuai adalah FreeNAS atau NAS4Free, kenapa bukan Windows client (XP/Vista/7) atau Distro Linux? Sebenarnya sah-sah saja anda menggunakan sistem operasi apapun karena itu bergantung pada kebiasaan anda, hanya saja fitur-fitur yang ada pada sistem operasi FreeNAS atau NAS4Free lebih banyak dan mendukung Pooling Disk Drive yang lebih baik.

*File server ini juga mendukung streaming

2. Home Entertainment System (Bahasan pada artikel ini)

Server ini berfungsi lebih banyak, dapat digunakan sebagai multimedia. Seperti memutar film di ruang keluarga, sinkronisasi/backup laptop atau PC, terhubung ke game konsol dsb. Karena tujuan ini lebih global, perangkat yang digunakan juga akan berbeda.

 Daftar Hardware Yang Kita Perlukan

1. Computer Case
FRACTAL DESIGN Middle Tower Arc Midi Casing yang saya gunakan adalah FRACTAL DESIGN Middle Tower Arc Midi. Dengan pertimbangan sebagai berikut :

1. Ruang internal yang cukup luas, dengan desain minimalis, mampu menampung 8 HDD ukuran 3.5″ yang juga kompatibel dengan SSD, 3 fan terpasang + 5 slot fan tambahan. Saya rasa akan cukup optimal untuk pergerakan udara didalam case.
2. Supoort dengan motherboard Mini ITX, Micro ATX and ATX
3. Support Water Cooling
4. Bagian belakang motherboard tray dapat digunakan untuk cable management. Tidak ada lagi kabel berserakan di case yang dapat mengganggu aliran udara pendingin.
5. Dust Filter. Pada bagian depan dan atas case terdapat dust filter untuk menyaring debu. Hal ini akan menghambat penumpukan debu di dalam case (tergantung metode airflow yang anda gunakan).
6. Fan controler yang berfungsi untuk mengatur kecepatan fan. Up to 3 fan dalam satu controller.

 

2. Processor
AMD Llano [A6-3500] Saya menggunakan AMD Llano [A6-3500] sebagai processornya. Berikut merupakan beberapa detail dari AMD Liano A6-3500

1. Triple core, 2.1 GHz, 3MB Cache
2.
Konsumsi daya : 65 Watt
3. AMD Radeon HD 6530D tercakup didalamnya
4. Socket FM1

 

3. RAM (Random Access Memory)
CORSAIR Memory PC 2x 4GB DDR3 PC-12800 [Vengeance CML8GX3M2A1600C9] Karena keterbatasan operasi yang saya gunakan (akan dibahas pada artikel selanjutnya) maka dengan sangat terpaksa saya menggunakan memori CORSAIR Memory PC 2x 4GB DDR3 PC-12800 [Vengeance CML8GX3M2A1600C9] (DDR3). Apabila anda berencana menggunakan sistem operasi yang lain saya sarankan memaksimalkan kapasitas RAM sesuai dengan motherboard dan OS yang digunakan. Sebelum membeli RAM ada baiknya anda memperhatikan beberapa hal berikut ini :

1. Sesuaikan besaran BUS yang ada pada module memory dengan motherboard anda.
2.
Lebih baik gunakan 1 module, tetapi jika terpaksa menggunakan 2 module, gunakan 2 module memory dengan merk, bus, dan kapasitas yang sama.
3. Pilih module sesuai dengan QVL (Qualified Vendor List) yang disarankan oleh produsen motherboard.
4. Pilih desain memory yang low profile, supaya tidak memakan tempat, dan menyesuaikan dengan posisi cooler.
5. Support overclock (opsional)

 

4. Motherboard
Asus F1A55-V Sebenarnya saya lebih prefer menggunakan motherboard F1A75-M tetapi karena susah bener barangnya, maka dengan sangat terpaksa menggunakan motherboard versi sebelumnya yaitu Asus F1A55-V. Kenapa motherboard ini?

1. Untuk processor AMD socket FM1
2.
Support 64bit OS
3. 4x DIMM (max 64 GB)
4. 1x LAN card Gigabyte
5. 6x SATA III 3 Gb/s
6. 1x DVI-D
7. 2x USB 3.0
8. 4x USB 2.0
9. 1x HDMI

 

5. Power Supply (PSU)
SILVERSTONE Strider Essential 600W [SST-ST60F-ES] Power Supply SILVERSTONE Strider Essential 600W [SST-ST60F-ES] ini dirasa cukup untuk memasok daya ke semua komponen yang ada di dalam case. Yang saya suka dari PSU ini adalah :

1. Efisiensi daya listrik 80+
2.
Output 600W
3. 6x SATA connector
4. Active PFC

 

6. Cooler
THERMALTAKE Frio Advanced [CLP0596] Cooler utama di dalam case, untuk meng-handle panas processor. THERMALTAKE Frio Advanced [CLP0596] digunakan untuk pendingin utama sebagai pengganti COOLER MASTER CPU Air Cooler [V6 GT], apabila anda mendapatkan Cooler Master V6 GT akan lebih baik 🙂 dan ingat, cooler yang anda beli perlu diperhatikan kesesuaiannya dengan socket processor yang anda gunakan. Dudukan / pangkon cooler yang saya gunakan support dengan socket AMD FM1.
FRACTAL DESIGN Silent Series [140] Fan tambahan (FRACTAL DESIGN Silent Series [140]). Sesuaikan jumlah fan tambahan ini berdasarkan jumlah slot fan yang tersedia dan kebutuhan sirkulasi udara di dalam case. Pergerakan udara didalam case akan sangat berpengaruh pada penumpukan debu.

 

7. Disk Drive
INTEL Solid State 180GB [520 Series] x1 SSD ini (INTEL Solid State 180GB [520 Series]) akan digunakan sebagai Disk Primer dalam artian dimana sistem operasi akan ditanam, SSD dipilih dengan pertimbangan kecepatan baca tulis yang lebih tinggi dibandingkan HDD.
SEAGATE Barracuda 2TB

x2(min)

x5(max)

SEAGATE Barracuda 2TB lebih cocok dijadikan storage disk karena ukuran ruang simpannya yang paling besar untuk saat ini. Apabila anda menggunakan disk dengan kapasitas 3TB akan lebih baik tentunya.

 

8. Sistem Operasi
 FreeNAS FreeNAS atau NAS4Free adalah sistem operasi yang hampir sama, yang ditujukan untuk kebutuhan file server. Sistem operasi ini juga mendukung RAID sebagai fitur backup, dimana apabila salah satu Storage HDD rusak, file anda masih ada, tinggal memasukkan HDD baru.

1. Halaman resmi FreeNAS.
2.
Halaman resmi NAS4Free.

 Windows Home Server Jika anda berniat membangun home entertainment system, saya sarankan menggunakan Windows Home Server 2011 OEM dengan pertimbangan harganya yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan Windows Server 2012 Essentials OEM.

*Konfigurasi di atas tidak mutlak anda terapkan, sebaiknya hanya digunakan bahan referensi. Produk-produk di atas merupakan histori pembelian barang saya dari tiga web berikut :

1. Bhinneka.com
2. eGrosir.com
3. Amazon.com

Jika anda memiliki saran konfigurasi perangkat keras yang lebih baik, anda dapat membaginya di halaman ini.

Fan Case, Dust, Airflow?

Apa hubungannya? Ketiga hal ini sangat berkaitan erat. Dimulai dari masalah utama yang harus ditanggulangi dari server anda yaitu : PANAS. Panas akan membuat kinerja server anda menurun, baik kinerja hardware maupun software, panas memang tidak bisa dihilangkan tetapi bisa dikurangi. Disinilah peran fan dibutuhkan, fan primer digunakan untuk mendinginkan processor dan fan tambahan yang digunakan sebagai pendingin perangkat lain seperti HDD / Optic Drive / VGA Card dll atau digunakan sebagai pengalir udara saja.

Semakin banyak fan, semakin baik? Jawabnya : Belum tentu. Banyaknya fan bukanlah jaminan temperatur di dalam case turun secara signifikan, benar, tak akan signifikan jika kita mengatur arah fannya asal-asalan. Kita butuh udara yang mengalir, baik itu mengalir masuk, dan mengalir keluar. Menurut artikel yang saya baca, airflow ada dua macam yaitu positive airflow dan negative airflow.

1. Positive airflow adalah udara yang dialirkan ke dalam case lebih banyak daripada udara yang keluar.
2. Negative airflow adalah udara yang dialirkan ke luar case lebih banyak daripada udara yang masuk.

Nah, disinilah metode airflow yang kita gunakan akan berpengaruh terhadap penumpukan debu di dalam case. Debu akan banyak didalam case apabila anda menggunakan metode negative airflow.
*Pembahasan airflow kita bahas di tulisan berikutnya saja ya.. Biar gak tercampur dengan tujuan utama artikel ini. 😀 Insya Allah.

Selanjutnya Apa?

Apabila semua komponen sudah terkumpul, kita dapat merakit server kita sendiri. 😀 Dengan tidak mengabaikan metode airflow tentunya, jadi kita harus benar-benar bijak menempatkan additional fan pada slot computer case.

Selamat bereksperimen.

– Ardha Gp

Diskon Hingga 95% di Ulang Tahun ke-14 Bhinneka.com
EASEUS iPhone Photo Recovery – Free

Di Bawah Kategori:

Komputer

Ditandai dengan Tag:

Tentang Ardha Gp

» telah menulis 43 artikel

Comments on Membuat Home Server Sendiri – Langkah 1 : Hardware & Software

  • Ahmad Jajuli

    Terima kasih, pengetahuannya. Tentu sangat berguna bagi saya. wassalam.

    • http://ardhagp.com/ Ardha Gp

      semoga bermanfaat mas.

Arsip

Kategori